Google search engine
Beranda blog

Hari Bhakti Adhiyaksa Ke 64 Tahun, Kejati Sulbar Peduli Purnabakti Dan Anak Yatim

0

TVRISULBARNEWS-MAMUJU.,Memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke 64 tahun 2024 dan Hari Ulang Tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ke XXIV. Kejati Sulbar dengan Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Mamuju bersama rombongan, melaksanakan sejumlah kegiatan bakti sosial ( Baksos ) salah satunya anjangsana. rabu 17/7/24

Kepala Kejaksaan Tinggi ( kajati ) Sulbar, Andi Darmawangsa mengatakan kegiatan anjangsana ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT HBA dan IAD tahun 2024.

Salah Satu kegiatan yang dilaksanakan adalah mengunjungi para purna bhakti jaksa ( Purnaja ) di Kabupaten Mamuju. Salahsatunya di kediaman ibu Maria Lasami salah seorang Purnaja Kejari Mamuju serta pegawai Kejaksaan.

Di rumah kediaman Purnaja Maria Lasami, Kajati dan Wakaji bersama rombongan terlihat duduk bersama membangun keakraban antara jaksa dan Purnaja dengan menyerahkan beberapa jenis bantuan jenis Sembako dan ditutup dengan makan bersama.

“ Hari ini, kami bersilaturahmi kepada para senior kami yakni keluarga Kejaksaan Purna Bhakti Adhyaksa, ini dalam rangka HBA dan ulang tahun IAD. Semoga kehadiran kami di rumah Purnaja ini tali silaturahmi semakin erat,” kata Kajati Sulbar

Selain kunjungan ke rumah Purnaja, Kajati Sulbar yang didampingi Wakajit bersama rombongan langsung menyasar beberapa rumah panti asuhan dalam kota Mamuju salah satunya Panti asuhan campaloga dan menyerahkan sejumlah bantuan beberapa jenis Sembako. Pada kegiatan kedua di hari ini yaitu Santunan Peduli Anak Yatim dengan harapan memupuk kepedulian antar sesama khususnya terhadap anak yatim.

“ Hari ini, kami juga akan berkunjung ke panti – panti asuhan dalam kota Mamuju, dengan menyerahkan beberapa santunan silaturahmi kepada anak- anak yatim sebagai bentuk kepedulian sesama manusia.” sebutnya.

Pada pelaksanaan peringatan HBA 2024, Kajati Sulbar berpesan kepada seluruh jajarannya, meminta kepada semua Jaksa di Sulbar untuk menjaga nama baik Adhyaksa dan menegakkan hukum dengan benar dan humanis.

“Saya sebagai kepala Kajati Sulbar, semoga warga Adhiyaks dicintai warga Sulbar dan dapat menegakkan hukum dengan benar dan humanis,” pesan Kajati Andi Darmawangsa.

Seperti diketahui pada pelaksanaan HUT HBA tahun ini dilaksanakan secara sederhana berdasarkan dengan perintah Jaksa Agung RI. Untuk Kejati Sulbar, masih ada kegiatan yang akan dilaksanakan dalam memperingati HBA 2024, diantaranya pada hari Jumat pagi tanggal 19 Juli 2024, akan menggelar senam massal dan donor darah serta penanaman pohon Sukun di area gedung kantor Kejati Sulbar, yang dikabarkan dihadiri Pj Gubernur Sulbar.

Pada hari Senin tanggal 22 Juli 2024, puncak HBA tahun 2024 akan ditutup dengan upacara memperingati HUT HBA di halaman Kejati Sulbar dan dilanjutkan dengan konferensi pers.(rls)

Kapal Milik Dinas Kelautan Dan Perikanan Sulbar Diduga Hilang

0

TVRISULBARNEWS-MAMUJU.- Kapal tangkap ikan milik Dinas Kelautan dan Perikanan, Sulawesi Barat (Sulbar) yang dititip di Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Pemprov Sulbar, diduga hilang.

“Sebelum diserahkan kepada pihak Perseroda, dan kapal tangkap ikan itu merupakan aset Pemprov Sulbar dipegang oleh nelayan yang ada di Mamuju,”ungkap Suyuti, Kadis DKP Sulbar Selasa (16/7/2024).

Suyuti, menambahkan, kapal 30 GT aset Pemprov Sulbar tersebut diserahkan kepada pihak Perseroda sudah lama. Namun kini kapal tangkap ikan tersebut sudah tidak diketahui keberadaannya.

“Setau saya penyerahan kapal dari nelayan kepada pihak Perseroda sudah lama tapi saya tidak tau tanggal pastinya,”jelas Suyuti,

Pihak DKP sudah pernah mempertanyakan kepada pihak Perseroda terkait keberadaan kapal 30 GT milik aset Pemprov Sulbar itu, namun kehilangan kontak terhadap kapal tersebut.

Kepala Pelabuhan Palippi, Maula mengaku, keberadaan kapal 30 GT milik Pemprov Sulbar ada di Lembang Mamuju, Sebelumnya kapal tersebut berada di Kabupaten Majene.

“Kapal tangkap ikan 30 GT milik Pemprov Sulbar itu saat ini diperkirakan berada di Lembang Mamuju,” ungkap Maula pada wartawan media ini Selasa (16/7/2024).

Maula sendiri baru mengetahui kapal yang dicari DKP Sulbar tersebut baru pekan kemarin.

“Untuk lebih mengetahui keberadaan kapal yang dikabarkan hilang coba cek di Lembang Mamuju,”ujarnya (IHM)

Firdaus Pakai Sandal Jepit Saat Pertama Masuk Sekolah, Orang Tua Tak Mampu Beli Sepatu Baru

0

TVRISULBARNEWS-MAMUJU., Hari pertama masuk sekolah Di SD Inpres Desa Kuo, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar) tampak pemandangan miris, dimana seorang murid baru masuk sekolah tidak memakai sepatu seperti murid yang lainnya.

Muhammad Firdaus, yang datang ke sekolah tidak didampingi oleh orang tuanya masuk ke dalam kelas hanya berlaskan sendal tidak seperti murid baru lainnya.

“Anak saya tidak pakai sepatu kesekolah Karena saya sebagai orang tua tidak ada uang membelikan sepatu untuk anak saya,” ungkap Siti Aisyah, orang tua Muhammad Firdaus, Senin (15/7/2024).

Siti Aisyah, menambahkan, dia sebagai orang tua tidak mengantar anaknya masuk sekolah karena anaknya pergi sekolah hanya memakai sandal.

“Sebagai orang tua saya sebenarnya malu tapi mau diapa lagi karena saya tidak punya uang untuk membelikan sepatu anak saya,” sedih Siti Aisyah.

Baju seragam yang dipakai Muhammad Firdaus merupakan baju yang dicicil dan harus dibayar tiap bulan.

“Jangankan untuk beli sepatu untuk beli baju seragam saja saya harus mencicil sama penjual baju,” keluhnya

Orang tua Muhammad Firdaus, sehari hari hanya berprofesi sebagai penjual sayur keliling dikampung pakai sepeda.

“Penghasilan sehari hari hanya berkisaran 100 ribu rupiah itu kalau semua laku. Tapi kalau sayur atau tempe yang saya bawa tidak laku maka bisa rugi,” bebernya.

Muhammad Firdaus bersaudara sebanyak 4 orang, dia merupakan anak yang terakhir. Satu saudaranya saat ini masih sekolah dengan dibiayai pakai beasiswa di Jakarta.

“Kondisi saudara Firdaus saat ini di Jakarta sangat memprihatinkan sehingga terancam putus sekolah,” katanya.

Orang tua Firdaus saat ini hanya bisa berharap agar anak bisa terus lanjut sekolah meskipun hanya beralaskan sandal jepit.

Orang tua Firdaus juga berharap agar pemerintah memberikan bea siswa supaya anaknya yang bungsu ini bisa bersekolah seperti anak lainnya.(IHM)

Manakarra Fair Ditutup, Founder: Sampai Ketemu di Tahun 2025

0


Tvrisulbarnews,. MAMUJU – Suksesnya pelaksanaan Manakarra Fair 2024 berkat andil kolaborasi Pemkab dan Pemprov Sulbar.

Event tahunan masyarakat Mamuju ini tidak lepas dari para penggagas Manakarra Fair 2024 diantaranya Bupati Mamuju Sutinah Suhardi, Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi, dan anggota DPRD Mamuju Febrianto Wijaya.

Termasuk, terlibatnya pelaku UMKM, industri film, kreator, musisi lokal Mamuju, hingga komunitas tari lokal.

Bupati Mamuju Sutinah Suhardi mengatakan sangat bersyukur karena antusias mayarakat menghadiri Manakarra Fair 2024.

“Padahal hujan turun tapi ribuan masyarakat tetap hadir. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan lagi tentu kolaborasi Pemkab, Pemprob dan Kementerian Pariwisata,” kata Sutinah.

Sedangkan, anggota DPRD Mamuju Febrianto Wijaya menyampaikan gagasan ini dibuat untuk masyarakat Mamuju.

“Event ini dilaksanakan sudah 9 kali, sederhananya kegiatan ini bertujuan membangkitkan industri UMKM termasuk wadah ruang publik speack lokal Mamuju,” ucapnya.

Makanya, tidak pernah diundang artis ibu kota, karena Manakarra Fair 2024 panggungnya anak Sulbar dan Mamuju.

“Kita doakan semoga event ini tetap dilaksanakan setiap tahunnya. Saya juga memohon maaf jika ada kesalahan dalam pelaksanaan Manakarra Fair 2024,” tandasnya.(*)

Pidato Pj Bahtiar di HUT 484 Mamuju,Dorong Mamuju Menjadi Kawasan Strategi Pariwisata Nasional

0

MAMUJU – Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin nampak didampingi Pj Ketua TP PKK Sulbar, Sofha Marwah Bahtiar, sedang menghadiri peringatan hari jadi Mamuju ke 484 tahun.

Saat diwawancarai wartawan, Bahtiar Baharuddin mengungkapkan, Mamuju yang awalnya terbentuk dari komunitas masyarakat yang berkembang menjadi kerajaan dan kini menjadi pemerintahan merupakan perjalanan yang cukup panjang.

“Nah, dulu bentuknya kerajaan, terus awalnya komunitas masyarakat, sekarang sebagai bagian dari daerah kabupaten yang menjadi wilayah pemerintahan nasional kita dan tentu sekarang jadi wilayah Sulbar,” kata Bahtiar Baharuddin, Minggu, 14 Juli 2024.

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri itu pun terkagum-kagum dengan potensi alam yang dimiliki Kabupaten Mamuju, mulai dari laut, hingga daratannya.

“Nah, Mamuju ini potensinya luar biasa yah. Saya lihat, bayangkan lautnya, kemudian daratannya, pesisirnya indah semua, indah sekali. Penduduknya juga tidak banyak, hanya kurang dari 300 ribu. Penduduknya kecil, potensi alamnya besar. Lahan kosong banyak sekali, pesisir pantainya panjang, lautnya kaya. Mestinya rakyatnya sejahtera,” ungkapnya.

Sehingga, kata Bahtiar Baharuddin, pemerintah memiliki tugas penting yang harus diperhatikan kedepannya demi kesejahteraan masyarakat di ibu kota Provinsi Sulbar ini.

“Jadi, tugasnya pemerintahan adalah bagaimana memastikan sumber daya alam di wilayah ini dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kesejahteraan masyarakat Mamuju. Karena kalau dari sisi jumlah luas wilayah, potensi alam, udah pasti mestinya sangat sejahtera karena penduduknya kecil. Nah, ini tugas kita pemerintahan menyambungkan antara potensi alam dengan manusia yang hidup di atasnya,” pungkas Bahtiar Baharuddin.

Lanjut Bahtiar Baharuddin menjelaskan, pemerintah memiliki tantangan di depan mata, yakni membuka akses dan konektivitas Mamuju dengan wilayah ekonomi sekitar, terutama Ibu Kota Nusantara (IKN). Baik jalur udara maupun laut.

‘Nah kemudian kita sudah mendorong Mamuju ini, ibu kota kabupaten Mamuju, khususnya kawasan teluk Mamuju ini, kita mau dorong menjadi kawasan strategis pariwisata nasional. Kemudian belang-belang kita dorong menjadi program strategis nasional (PSN) dan kita dorong menjadi kawasan ekonomi khusus dan bandara nya kita dorong untuk dipanjangkan dan mestinya harus ada lampunya,” ujarnya.

“Sampai sekarang, bandara kita belum punya lampu run way, akibatnya apa, kalau cuaca agak kurang bagus, jadi tidak bisa mendarat. Nah, kalau ada lampunya, pagi, siang, malam pesawat bisa mendarat,” tambah Bahtiar Baharuddin.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi berharap, tema yang diusung pada peringatan hari jadi Mamuju ke 484, yakni Maju dan Berkelanjutan, Mamuju bisa bersaing dengan daerah-daerah lain kedepannya.

“Tentu dengan usia yang ke 484 sudah tidak mudah lagi yah, sudah tua, tentu kita berharap, sesuai dengan tema hari jadi Maju dan berkelanjutan, Mamuju bisa maju seperti dengan daerah-daerah lain, harapan-harapan kita semua, program-program sudah kita laksanakan untuk kemajuan Mamuju bisa kita lanjutkan bersama siapapun pemimpinnya,” beber Sutinah Suhardi.

Apalagi tahun ini adalah tahun politik, yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang bakal diselenggarakan pada Rabu, 27 November mendatang.

“Mudah-mudahan kita akan mendapatkan pemimpin yang betul-betul baik untuk Kabupaten Mamuju,” tuturnya. (Rls)